Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Januari 2010

jumlah kesibukan tak sama dengan hasil

Jumlah Kesibukan Tak Sama dengan Hasil

Untuk menjadi seorang pebisnis yang sukses, anda harus memahami membedakan beberapa hal, yakni usaha dan hasil. Anda harus dapat membedakan kesibukan dengan hasil atau kegiatan dibanding pencapaian.

Anda mungkin saja merasa pekerjaannya banyak. Sibuk sekali. Anda sudah melakukan apa yang sudah di-list; 1, 2, 3, 4, 5, 6. Tapi apakah anda sudah memonitor hasilnya?

Dulu ketika anda SMA diajari tentang teori-teori fisika. Diantaranya teori ini. Work (hasil) adalah force (usaha) dikalikan dengan distance (jarak). Hasil usaha adalah banyakanya usaha dikalikan dengan jarak yang ditempuh.

Ini teori kuno yang saya pikir masih berlaku di kehidupan bisnis kita sekarang. Jadi betapapun kita berusaha keras mendorong gedung, katakanlah ada 100 orang, tapi gedung tetap tidak berpindah. Jadi hasil pekerjaan kita adalah nol besar.

Kita harus belajardari pengalaman kita. Apakah yang kita lakukan selama ini membawa hasil maksimal. Apa yang kita lakukan saat ini memberikan hasil yang positif buat pekerjaan kita. Kita harus menanyakan pada orang lain. Kita harus belajar pada orang lain, bagaimana orang lain melakukan upaya apa untuk memberikan hasil maksimal seperti yang sudah kita lakukan.

Apakah kita sudah selalu mengecek pekerjaan atau kesibukan kita. Apakah semua itu sudah memberi hasil yang positif? Kalau belum, mungkin sudah waktunya melakukan evaluasi kembali. Apakah strategi kita dalam bertindak salah. Atau apakah cara kita salah? Atau apakah kita memang tidak cocok dengan kegiatan tersebut.

Kita pasti mempunyai kelebihan. Pada saat mempunyai kelebihan itu kita lakukan hal yang terbaik pula. Kita harus bisa membedakan aktivitas dan pencapaian kita. Kesibukan dan pada hasil. Karena tidak selalu sama. Orang yang sibuk kadang-kadang tidak menghasilkan apa-apa. Sebaliknya orang yang kerjanya ringan, sederhana dan menikmati mungkin malah memberikan hasil yang sangat besar dalam kehidupan bisnisnya.

Cobalah menghitung ulang, apakah aktivitas anda sudah sebanding dengan hasil yang dicapai. Karena pada akhirnya dihitung bukan jumlah kesibukan kita, tapi hasil yang di capai.



BY:tanadi santoso
LANJUT MAS BRO - jumlah kesibukan tak sama dengan hasil

tanadi santoso

Networking Untuk Kemajuan Bisnis

Saya memiliki kebiasaan makan siang dengan beberapa teman. Ya, saya melakukannya untuk networking yang biasanya saya lakukan seminggu sekali atau 2 minggu sekali. Saya ajak untuk makan siang beberapa teman yang saya anggap memberikan kontribusi bagi kemajuan saya.

Nah, saya lihat terlalu banyak orang berdiskusi dan berbicara tanpa tujuan. Saya kalau datang ke sebuah meeting selalu mempunyai pemikiran untuk apa saya melakukan networking ini. Conversation/diskusi, meeting atau makan siang yang kita lakukan haryslah mempunyai purpose/tujuan apa. Apakah kita datang itu untuk minta tolong, minta nasehat atau apa. Ataukah hanya sekedar bertukar informasi. Karena informasi sangat penting bagi masa depan kita.

Kita harus tahu apa yang kita butuhkan dalam pertemuan itu. Apakah itu bertukar informasi, permintaan tolong, bertukar pemikiran. Tentu kalau kita bisa tahu tujuan itu tujuan bisnis sebelum meeting, kita beri tahu pada mereka, “Pak, saya nanti meeting tujuannya tentang hal ini.” Sehingga orang lain lebih siap. Dan kita harus berpikir apa yang bisa kita kontribusikan kepada orang itu. Apa yang bisa kita berikan menjadi berguna bagi dia. Dengan cara ini, dia juga akan membantu kita memberi informasi yang berguna untuk kita kelak.

Ada orang yang networking hanya untuk memperbesar jumlah networking/jaringan yang ada. Tentu saja itu oke saja. Kalau memang itu tujuannya, maka anda waktu bernetwork bisa memikirkan, “Lain kali saya butuh orang ini untuk apa, kapan ya saya bisa memakai orang ini untuk kepentingan bisnis saya.”

Tentu tidak enak menggunakan kata ‘memakai’. Tetapi dalam kehidupan, semua orang menggunakan semua orang untuk kemajuan bisnisnya. Dan itu sah-sah saja. Selama itu saling menguntungkan dan saling membantu. Kalau hubungan kita hanya dalam pertemuan itu hanya ‘have fun’, bersenang-senang, bersahabat saja, tentu ini oke juga. Asalkan dalam pertemuan itu menimbulkan kesenangan buat kita. Yang terpenting kita harus tahu mana dan apa yang cocok untuk kesuksesan kita.

Jangan semua networking hanya untuk main-main saja. Dan jangan semua networking hanya bertujuan bisnis yang sangat memusingkan saja. Tapi ada sebuah keseimbangan (balance) yang bisa kita tentukan mana untuk ‘have fun’, mana untuk diskusi, mama untuk mencapai solusi. Yang penting pada awal pertemuan kita tentukan tujuannya untuk apa.
LANJUT MAS BRO - tanadi santoso