Minggu, 02 Oktober 2011

reunian























LANJUT MAS BRO - reunian

liburan






















LANJUT MAS BRO - liburan

Rabu, 10 Agustus 2011

bocah misterius

Bocah itu menjadi pembicaraan
dikampung Ketapang. Sudah tiga
hari ini ia mondar-mandir keliling
kampung.
Ia menggoda anak-anak
sebayanya, menggoda anak-
anak remaja diatasnya, dan
bahkan orang-orang tua. Hal ini
bagi orang kampung sungguh
menyebalkan.
Yah, bagaimana tidak
menyebalkan, anak itu
menggoda dengan berjalan
kesana kemari sambil tangan
kanannya memegang roti isi
daging yang tampak coklat
menyala. Sementara tangan
kirinya memegang es kelapa,
lengkap dengan tetesan air dan
butiran-butiran es yang melekat
diplastik es tersebut.
Pemandangan tersebut menjadi
hal biasa bila orang-orang
kampung melihatnya bukan
pada bulan puasa! Tapi ini justru
terjadi ditengah hari pada bulan
puasa Bulan ketika banyak
orang sedang menahan lapar
dan haus. Es kelapa dan roti isi
daging tentu saja menggoda
orang yang melihatnya.
Pemandangan itu semakin
bertambah tidak biasa, karena
kebetulan selama tiga hari
semenjak bocah itu ada,
matahari dikampung itu lebih
terik dari biasanya. Luqman
mendapat laporan dari orang-
orang kampong mengenai bocah
itu. Mereka tidak berani
melarang bocah kecil itu
menyodor-nyodorkan dan
memperagakan bagaimana
dengan nikmatnya ia mencicipi
es kelapa dan roti isi daging
tersebut.
Pernah ada yang melarangnya,
tapi orang itu kemudian dibuat
mundur ketakutan sekaligus
keheranan.
Setiap dilarang, bocah itu akan
mendengus dan matanya akan
memberikan kilatan yang
menyeramkan. Membuat
mundur semua orang yang akan
melarangnya.
Luqman memutuskan akan
menunggu kehadiran bocah itu.
Kata orang kampung,
belakangan ini, setiap bakda
zuhur, anak itu akan muncul
secara misterius. Bocah itu akan
muncul dengan pakaian lusuh
yang sama dengan hari-hari
kemarin dan akan muncul pula
dengan es kelapa dan roti isi
daging yang sama juga!
Tidak lama Luqman menunggu,
bocah itu datang lagi. Benar, ia
menari-nari dengan menyeruput
es kelapa itu. Tingkah bocah itu
jelas membuat orang lain
menelan ludah, tanda ingin
meminum es itu juga.
Luqman pun lalu menegurnya..
Cuma,ya itu tadi,bukannya takut,
bocah itu malah mendelik hebat
dan melotot, seakan-akan
matanya akan keluar.
“Bismillah.. .” ucap Luqman
dengan kembali mencengkeram
lengan bocah itu. Ia kuatkan
mentalnya. Ia berpikir,kalau
memang bocah itu bocah jadi-
jadian, ia akan korek keterangan
apa maksud semua ini. Kalau
memang bocah itu “bocah
beneran” pun, ia juga akan cari
keterangan, siapa dan dari mana
sesungguhnya bocah itu.
Mendengar ucapan bismillah itu,
bocah tadi mendadak menuruti
tarikan tangan Luqman. Luqman
pun menyentak tanggannya,
menyeret dengan halus bocah
itu, dan membawanya ke rumah.
Gerakan Luqman diikuti dengan
tatapan penuh tanda tanya dari
orang-orang yang melihatnya.
“Ada apa Tuan melarang saya
meminum es kelapa dan
menyantap roti isi daging ini?
Bukankah ini kepunyaan saya?”
tanya bocah itu sesampainya di
rumah Luqman, seakan-akan
tahu bahwa Luqman akan
bertanya tentang kelakuannya.
Matanya masih lekat menatap
tajam pada Luqman.
“Maaf ya, itu karena kamu
melakukannya dibulan puasa,”
jawab Luqman dengan
halus,”apalagi kamu tahu,
bukankah seharusnya kamu juga
berpuasa? Kamu bukannya ikut
menahan lapar dan haus, tapi
malah menggoda orang dengan
tingkahmu itu..”
Sebenarnya Luqman masih akan
mengeluarkan uneg-unegnya,
mengomeli anak itu. Tapi
mendadak bocah itu berdiri
sebelum Luqman selesai.
Ia menatap Luqman lebih tajam
lagi. “Itu kan yang kalian lakukan
juga kepada kami semua!
Bukankah kalian yang lebih
sering melakukan hal ini
ketimbang saya..?!
Kalian selalu mempertontonkan
kemewahan ketika kami hidup
dibawah garis kemiskinan pada
sebelas bulan diluar bulan
puasa?
Bukankah kalian yang lebih
sering melupakan kami yang
kelaparan, dengan menimbun
harta sebanyak-banyaknya dan
melupakan kami?
Bukankah kalian juga yang selalu
tertawa dan melupakan kami
yang sedang menangis?
Bukankah kalian yang selalu
berobat mahal bila sedikit saja
sakit menyerang, sementara
kalian mendiamkan kami yang
mengeluh kesakitan hingga
kematian menjemput ajal..?!
Bukankah juga di bulan puasa ini
hanya pergeseran waktu saja
bagi kalian untuk menahan lapar
dan haus?
Ketika bedug maghrib bertalu,
ketika azan maghrib terdengar,
kalian kembali pada kerakusan
kalian…!?”
Bocah itu terus saja berbicara
tanpa memberi kesempatan
pada Luqman untuk menyela.
Tiba-tiba suara bocah itu
berubah.
Kalau tadinya ia berkata begitu
tegas dan terdengar “sangat”
menusuk, kini ia bersuara lirih,
mengiba.
“Ketahuilah Tuan.., kami ini
berpuasa tanpa ujung, kami
senantiasa berpuasa meski
bukan waktunya bulan puasa,
lantaran memang tak ada
makanan yang bisa kami makan.
Sementara Tuan hanya berpuasa
sepanjang siang saja.
Dan ketahuilah juga, justru Tuan
dan orang-orang di sekeliling
Tuan lah yang menyakiti
perasaan kami dengan
berpakaian yang luar biasa
mewahnya, lalu kalian sebut itu
menyambut Ramadhan dan ‘Idul
Fithri?
Bukankah kalian juga yang selalu
berlebihan dalam
mempersiapkan makanan yang
luar biasa bervariasi banyaknya,
segala rupa ada, lantas kalian
menyebutnya dengan istilah
menyambut Ramadhan dan ‘Idul
Fithri?
Tuan.., sebelas bulan kalian
semua tertawa di saat kami
menangis, bahkan pada bulan
Ramadhan pun hanya ada
kepedulian yang seadanya pula.
Tuan.., kalianlah yang melupakan
kami, kalianlah yang menggoda
kami, dua belas bulan tanpa
terkecuali termasuk di bulan
ramadhan ini.
Apa yang telah saya lakukan
adalah yang kalian lakukan juga
terhadap orang-orang kecil
seperti kami…!
Tuan.., sadarkah Tuan akan
ketidak abadian harta? Lalu
kenapakah kalian masih saja
mendekap harta secara berlebih?
Tuan.., sadarkah apa yang terjadi
bila Tuan dan orang-orang
sekeliling Tuan tertawa
sepanjang masa dan melupakan
kami yang semestinya diingat?
Bahkan, berlebihannya Tuan dan
orang-orang di sekeliling Tuan
bukan hanya pada penggunaan
harta, tapi juga pada dosa dan
maksiat.. Tahukah Tuan akan
adanya azab Tuhan yang akan
menimpa?
Tuan.., jangan merasa aman
lantaran kaki masih menginjak
bumi. Tuan…, jangan merasa
perut kan tetap kenyang
lantaran masih tersimpan
pangan ‘tuk setahun, jangan
pernah merasa matahari tidak
akan pernah menyatu dengan
bumi kelak….”
Wuahh…, entahlah apa yang ada
di kepala dan hati Luqman.
Kalimat demi kalimat meluncur
deras dari mulut bocah kecil itu
tanpa bisa dihentikan.
Dan hebatnya, semua yang
disampaikan bocah tersebut
adalah benar adanya!
Hal ini menambah keyakinan
Luqman, bahwa bocah ini
bukanlah bocah sembarangan.
Setelah berkata pedas dan tajam
seperti itu, bocah itu pergi
begitu saja meninggalkan
Luqman yang dibuatnya
terbengong-bengong.
Di kejauhan, Luqman melihat
bocah itu menghilang bak
ditelan bumi.
Begitu sadar, Luqman berlari
mengejar ke luar rumah hingga
ke tepian jalan raya kampung
Ketapang. Ia edarkan pandangan
ke seluruh sudut yang bisa
dilihatnya, tapi ia tidak
menemukan bocah itu. Di tengah
deru nafasnya yang memburu,
ia tanya semua orang di ujung
jalan, tapi semuanya
menggeleng bingung.
Bahkan, orang-orang yang
menunggu penasaran didepan
rumahnya pun mengaku tidak
melihat bocah itu keluar dari
rumah Luqman!
Bocah itu benar-benar misterius!
Dan sekarang ia malah
menghilang!
Luqman tidak mau main-main.
Segera ia putar langkah, balik ke
rumah. Ia ambil sajadah, sujud
dan bersyukur. Meski peristiwa
tadi irrasional, tidak masuk akal,
tapi ia mau meyakini bagian
yang masuk akal saja. Bahwa
memang betul adanya apa yang
dikatakan bocah misterius tadi.
Bocah tadi memberikan
pelajaran yang berharga, betapa
kita sering melupakan orang
yang seharusnya kita ingat..
Yaitu mereka yang tidak
berpakaian, mereka yang
kelaparan, dan mereka yang
tidak memiliki penghidupan
yang layak.
Bocah tadi juga memberikan
Luqman pelajaran bahwa
seharusnya mereka yang sedang
berada diatas, yang sedang
mendapatkan karunia Allah,
jangan sekali-kali menggoda
orang kecil, orang bawah,
dengan berjalan membusungkan
dada dan mempertontonkan
kemewahan yang berlebihan.
Marilah berpikir tentang dampak
sosial yang akan terjadi bila kita
terus menjejali tontonan
kemewahan, sementara yang
melihatnya sedang
membungkuk menahan lapar.
Luqman berterima kasih kepada
Allah yang telah memberikannya
hikmah yang luar biasa. Luqman
tidak mau menjadi bagian yang
Allah sebut mati mata hatinya.
Sekarang yang ada dipikirannya
sekarang , entah mau dipercaya
orang atau tidak, ia akan
mengabarkan kejadian yang
dialaminya bersama bocah itu
sekaligus menjelaskan hikmah
kehadiran bocah tadi kepada
semua orang yang dikenalnya,
kepada sebanyak-banyaknya
orang.
Kejadian bersama bocah tadi
begitu berharga bagi siapa saja
yang menghendaki
bercahayanya hati.
Pertemuan itu menjadi
pertemuan yang terakhir. Sejak
itu Luqman tidak pernah lagi
melihatnya, selama-lamanya.
Luqman rindu kalimat-kalimat
pedas dan tudingan-tudingan
yang memang betul adanya.
Luqman rindu akan kehadiran
anak itu agar ada seseorang
yang berani menunjuk
hidungnya ketika ia salah.
Selamat menjalankan ibadah
puasa…
***
(Mansur, Yusuf, Bocah
misterius : wisata hati / Yusuf
Mansur. Bandung: Mizan, 2004)
LANJUT MAS BRO - bocah misterius

Selasa, 26 Juli 2011

keagungan adzan

Dalam postingan kali ini Saya ingin mengulas mengenai Adzan, panggilan atau seruan yang biasa didengar oleh setiap muslim yang ingin melakukan Shalat, Adzan merupakan salah satu syiar agama Islam yang paling agung, yang berfungsi memberitahukan datangnya waktu shalat wajib. Rasulullah saw telah menjelaskan keutamaan kehebatan adzan ” Para Muadzin adalah orang-orang yang terpanjang lehernya pada Hari Kiamat ” (HR Muslim no 387, diriwayatkan dari Muawiyah ra)

Ketahuilah bahwa pada setiap waktu, ribuan bilal di merata dunia akan melantunkan adzan, dimulai dengan Indonesia yang terletak dibagian timur. Saat tiba waktu Subuh, Adzan mulai berkumandang dari kawasan ini dengan ribuan Bilal yang akan melantunkan Keagungan Allah Swt dan Nabi Muhammad saw serta mengajak manusia untuk meraih kemenangan dengan shalat.

Proses ini akan bergerak kearah Barat kepulauan Indonesia . Perbedaan masa antara timur dan barat Indonesia adalah 1-1/2 jam. Belum pun lantunan Adzan di merata Indonesia selesai, maka akan mulai pula di Malaysia. Berikutnya di Burma dan dalam masa satu jam selepas Adzan dilantunkan di Jakarta, tiba giliran Dakka di Bangladesh. Berikutnya lantunan akan kedengaran di Calcutta dan terus ke Srinagar di Barat India.

Perbedaan waktu dikota-kota Pakistan adalah 40 menit jadi dalam jangka masa ini, Adzan akan berkumandang diseluruh Pakistan…Belum berakhir di Pakistan, Adzan akan bermula pula di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Dalam jangka masa ini, Adzan akan berterusan dilantunkan di Uni Emirat Arab, Makkah, Madinah, Yaman, Kuwait dan Irak .

Proses ini terus berlangsung setiap detik sehingga ke pantai timur Atlantik. Jarak antara Adzan mulai dilantunkan di Indonesia sehingga ke pantai timur Atlantik adalah 9-1/2 jam. Belumpun Azdan Subuh berkumandang di pantai Timur Atlantik, Adzan Zuhur kini sudah mulai dilantunkan di Indonesia. Ini berlangsung terus menerus bagi setiap waktu sholat, tidak putus-putus.
[b]Subhanallah… begitu hebat dan agungnya Islam!


Kalaulah setiap kawasan boleh memasang pembesar suara (yang power habis!), akan bergegar satu dunia dengan lantunan Adzan yang tidak putus-putus. Allahu Akbar!
Adab ketika mendengar Adzan


a. Menjawab Adzan

Dianjurkan kepada setiap orang yang mendengar adzan, untuk mengikuti apa yang dikatakan muadzin, Rasulullah saw bersabda “Jika kalian mendengarkan adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin” (HR Bukhari no 611, diriwayatkan dari Abu Said ra), terkecuali saat muadzin mengucapkan Hayya ‘ala as-Shalah dan Hayya ‘alal-falah, maka jawabannya ialah dengan mengucapkan La haula wala quwwata illa billah. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw saat mendengar muadzin mengumandangkan adzan dia mengucapkan seperti apa yang diucapkannya, sehingga ketika muadzin mengucapkan Hayya ‘ala as-Shalah dan Hayya ‘alal-falah dia membaca La haula wala quwatta illa billah (HR Bukhari no 613, diriwayatkan dari Muawiyah ra).

Adapun jawaban untuk Ash-shalatu khairun minan-naum pada saat adzan subuh, maka jawabannya adalah seperti itu juga, karena Rasul bersabda “Jika kalian mendengarkan muadzin mengucapkan ‘Ash-shalatu khairun minan-naum’, maka ucapkanlah seperti apa yang dia ucapkan” (Musnad Imam Ahmad, 3/348)

b. Mengucapkan “wa ana” saat muadzin mengumandangkan syahadatain

Diriwayatkan bahwa Rasul saw jika mendengar muadzin mengucapkan Asyhadu alla ilaha illallah dan Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah dia mengucapkan “wa ana, wa ana” (Sunan Abu Dawud, Hakim dan lainnya dari Aisyah ra), yang artinya ” saya juga”

c. Membaca Shalawat untuk Nabi Muhammad saw

Rasulullah saw bersabda ” Jika kalian mendengar muadzin mengumandangkan adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang dia ucapkan kemudian bacalah shalawat untukku” (HR Muslim no 384 dari Abdullah bin Amr ra).

d. Berdoa setelah adzan

Membaca doa setelah adzan, serperti yang disebutkan dalam hadits, “Barang siapa yang setelah adzan membaca : ( ‘Allahumma rabba hadzihid-da’watit-tammah, was-shalatil-qa-imah, ‘ati Muhammadanil-wasilata wal-fadhilah, wab’atshu maqamam-mahmudanil ladzi wa’adtah : Ya Allah, pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang wajib didirikan, berilah Nabi Muhammad al-washilah (derajat di surga) dan keutamaan, dan bangkitkan dia sehingga bisa menempati tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan’),maka dia berhak untuk mendapatkan syafaatku pada Hari Kiamat” (HR Bukhari no 614, dari Saad bin Abi Waqash ra).

Setelah itu membaca doa yang disebutkan dalam hadits ” Barang siapa yang ketika mendengarkan adzan dia membaca : ‘Wa ‘ana asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu warasuluhu, radhitu billahi rabba, wabi Muhammadin rasula, wa bil-Islami dina : Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah yang maha Tunggal yang tidak mempunyai sekutu, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw hamba dan utusanNya, aku rela Allah swt sebagai Tuhanku, Nabi Muhammad sebagai rasulku dan Islam sebagai agamaku’, maka dosanya diampuni” (HR Muslim no 386, dari Saad bin Abi Waqash ra).

e.Berdoa diantara Adzan dan Iqamah

Rasulullah saw bersabda ” Doa diantara adzan dan iqamah tidak akan ditolak” (Musnad Imam Ahmad, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi). Hendaklah setiap muslim selalu memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang berharga saat doa tidak akan ditolak.

f. Tidak meninggalkan masjid setelah adzan

Hendaklah orang-orang yang berada di dalam masjid tidak meninggalkan masjid setelah adzan dikumandangkan, kecuali untuk urusan yang penting sekali. Diriwayatkan Abu Hurairah saat melihat seseorang meninggalkan masjid setelah adzan berkumandang, dia berkata “orang ini telah bermaksiat kepada Nabi Muhammad saw” (HR Muslim no 655, dari Abu Hurairah ra).
sumber
LANJUT MAS BRO - keagungan adzan